Apa itu Self Awareness?
Menurut Daniel Goleman (2018), Self Awareness atau kesadaran diri merupakan komponen pertama pembentuk kecerdasan emosional.
Self awareness diartikan sebagai bentuk pemahaman mendalam seseorang terhadap emosi, kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dan dorongan yang ada pada dirinya.
Menurut Abdurohman (2004), kesadaran diri penting untuk menunjukkan kejelasan dan pemahaman tentang perilaku seseorang.
Sementara menurut Okpara & Edwin (2015), seseorang yang memiliki self awareness yang baik dalam mengelola kecerdasan emosinya cenderung lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Self Awareness adalah kemampuan untuk menyadari diri.
Kemampuan untuk merasakan, mengartikulasikan, dan merefleksikan keadaan emosional seseorang.
Dua Tipe Self Awareness
Internal Self Awareness
Kemampuan melihat secara jelas nilai-nilai yang kita miliki, passion, aspirasi diri, kecocokan dengan lingkungan, reaksi yang ditampilkan, serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.
External Self Awareness
Bagaimana orang lain memandang kita, termasuk dalam menilai nilai, passion, dan reaksi yang kita tampilkan. Kemampuan ini membantu kita lebih terampil dalam menunjukkan empati dan menerima perspektif orang lain.
Empat Arketipe Self Awareness
Menurut Goleman (2018), self awareness dapat dilihat melalui empat arketipe berdasarkan tingkat internal dan external self awareness.
Introspetor - Inrospetor
Internal awareness tinggi, tetapi external awareness rendah.
Amare - Sadar
Internal dan external awareness sama-sama tinggi.
Seeker - Pencari
Internal awareness rendah, sementara external awareness juga rendah.
Pleaser - Kesenangan
External awareness tinggi, sementara internal awareness rendah.
Cara Membangun Self Awareness
Menurut Noor (2016), terdapat beberapa cara untuk memiliki self awareness.
Kenali karakter diri
Sadari karakter diri dan ketahui sumber karakter tersebut.
Pandang diri secara positif
Pandangan positif terhadap diri dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri serta membantu fokus pada potensi yang dimiliki.
Sadari kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan
Formula 100-20 dari Noor (2016): 100% energi, waktu, dan perhatian untuk mengoptimalkan kekuatan, serta 20% untuk mengembangkan aspek yang dapat meningkatkan kekuatan diri.
Perluas area kesadaran diri
Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Johari Window.
Johari Window
Johari Window digunakan untuk memperluas area kesadaran diri dan mengenal diri lebih dalam.
Open Area
Informasi tentang diri yang diketahui oleh diri sendiri dan juga diketahui oleh orang lain.
Blind Area
Orang lain mengetahui sesuatu tentang diri kita, tetapi kita sendiri tidak mengetahuinya.
Unknown Area
Hal yang belum diketahui oleh diri kita maupun orang lain. Area ini dapat berkurang dengan memperbanyak pengalaman.
Latihan & Refleksi
Cermin Diri
Lihat orang yang ada pada layar selama 2 menit. Tuliskan kekuatan dan area yang masih perlu dikembangkan dari orang tersebut dalam waktu 5 menit.
This is ME
Pikirkan satu pengalaman sukses dalam meraih prestasi dan apa yang dilakukan untuk meraihnya. Kemudian ceritakan pengalaman tersebut dan dengarkan tanggapan teman.
Memperluas Open Area
Salah satu cara memperluas Open Area adalah meminta umpan balik dari orang yang berinteraksi dengan kita dan membandingkannya dengan pandangan kita terhadap diri sendiri.